Rabu, 01 Oktober 2014

Kuasa Doa

 
https://speculationsanjeev.files.wordpress.com/2014/06/power-of-prayer.jpg

By. Andrew Suplig

        Berbicara tentang doa mungkin bagi kita sudah sangat familiar, bahkan setiap orang Kristen setiap hari pasti berdoa, minimal lima kali sehari yaitu: doa bangun pagi, doa makan pagi, doa makan siang, doa makan malam, dan doa tidur. dan biasanya doa ini hanya menjadi doa rutinitas kita saja. Padahal berdoa adalah salah satu cara bagi orang Kristen untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kadang kita berkata doa adalah nafas hidup orang percaya, jadi kalau orang tidak berdoa, maka dia tidak bernafas dan kalau tidak bernafas berarti mati. Terkadang ada orang Kristen ketika disuruh berdoa tidak mau dan hanya menjawab "maaf, saya tidak tahu berdoa". Apa jadinya kalau orang Kristen tidak tahu berdoa? atau berkata "saya tidak pandai berkata-kata". Allah tidak butuh kata-kata yang indah seperti doa seorang farisi tetapi Allah membutuhkan orang yang berdoa yang keluar dalam hati dan dengan sungguh-sungguh mencari Dia.
         Sebenarnya, kalau kita memahami akan hakekat doa, maka kita akan tahu bahwa doa memiliki kuasa yang sangat besar. Dalam Yakobus 5:16 "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Kadang menjadi masalah etika kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh tetapi kita tidak mendapatkan jawaban "ya" dari Tuhan dan kita merasa Allah tidak mendengarkan doa kita. Memang doa sangat besar kuasanya, tetapi ada hal yang harus kita lihat dan lakukan sebelum kita menglami kuasa doa.
          Dari Yakobus 5:16, kita bisa melihat beberapa hal supaya doa kita berkuasa:
1. Kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
    Syarat yang pertama adalah mengampuni. selama kita tidak mengampuni, maka doa kita tidak akan berkuasa. Kata saling mengaku dosa bisa kita artikan untuk saling mengampuni. Dalam doa Bapa kami, Tuhan yesu juga mengajarkan untuk mengampuni terlebih dulu. Matius 6:12 "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;" Jadi sebelum kita meminta pengampunan kepada Tuhan, kita juga harus terlebih dulu untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Matius 6:15 "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

2. Meminta ampun kepada Tuhan dari setiap dosa dan pelanggaran yang kita buat.
     Setelah kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka kita harus meminta ampun kepada Tuhan dari setiap dosa yang kita buat supaya kita layak dihadapan Tuhan dan yakin bahwa Allah akan mengampuni dosa kita. Matius  6:14 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." Selama kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka kita tidak akan diampuni oleh Allah.

3. Memiliki kerendahan hati dalam menghadap Tuhan.
      Kadang, ketika kita berdoa menghadap Allah, kita merasa bahwa kita orang hebat dan ketika berdoa merasa kita layak ditolong. Padahal seharusnya, waktu kita menghadap Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan datang dengan penuh ketulusan dan merasa dan memang semua karena anugerah Tuhan
4. Punya keyakinan teguh
     Waktu kita datang kepada Tuhan, kita juga harus memiliki keyakinan yang teguh bahwa Allah mampu melakukan semuanya dan tidak ragu bahwa Allah maha Kuasa. Terkadang kita merasa ragu kepada Allah, seolah-olah Dia bukan maha kuasa. Kadang terlintas dalam pikiran kita, "Allah mampu tidak ya? bisa tidak dia lakukan semuanya ini dalam hidup saya". Kita harus memiliki keyakinan teguh terhadap Allah.

5. Meminta sesuai kebutuhan bukan keinginan
        Kadang kita kurang memperhatikan permintaan kita kepada Allah. Kurang memperhatikan kalau itu kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Saya yakin dan percaya, jika kita meminta sesuai kebutuhan kita dan dipakai untuk kemuliaan Tuhan maka permohonan itu akan dijawab "ya" oleh Allah, tetapi kalau itu keinginan dan terlebih bukan untuk kemuliaan Tuhan, saya kira permohonan itu tidak akan diajawab "ya" oleh Tuhan. Itu sebabnya, mintalah sesuai kebutuhan dan untuk kemuliaan Tuhan. Kalaupun yang kita dapatkan lebih dari yang kita harapkan, maka bagi saya itu adalah bonus untuk kita dari Tuhan.

Jika kita sudah melakukan hal ini, maka yakinlah doa kita akan sangat berkuasa. Amin.





Kerjakanlah Pelayananmu sesuai karunia yang diberikan Allah



http://www.andreasloanka.com/2012/04/23/
bermacam-macam-karunia/
By. Andrew Suplig

          Saya pernah bertanya kepada beberapa mahasiswa teologi. Pertanyaan  seperti ini " apa rencana pelayanan saudara setelah saudara menyelesaikan pendidikan Teologi? ada yang menjawab "terserah Tuhan tempatkan saya di tempat pelayanan yang Tuhan inginkan bagi saya." Bagi saya jawaban ini kurang tepat karena disuatu hari nanti, jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik dengan pelayanan kita, kita akan menyalahkan Tuhan dan berkata Tuhan ini tanggung jawabMu karena Engkau yang menempatkan saya di tempat pelayanan ini.
          Dari jawaban yang saya dapatkan ini, saya berpikir bahwa ada mahasiswa atau jemaat Tuhan bahkan seorang hamba Tuhan belum mengerti dan mengetahui secara jelas tentang karunia yang dia miliki. Harusnya setiap orang percaya apalagi yang terjun secara fulltime dalam pelayanan, maka orang itu harus mengetahui karunia yang dia miliki supaya dalam melayani, kita bisa melayanani dengan maksimal sesuai dengan karunia yang kita miliki dari Tuhan.
Tidak ada seorang hamba Tuhan sengaja dan pingin pelayanannya rusak, tetapi dalam kenyataan banyak pelayanan yang dilakukan tidak sesuai dengan karunia yang dia miliki, sehingga pelayanannya tidak maksimal.
          Bagi saya, pelayanan akan semakin efektif jika kita melayani sesuai karunia yang Tuhan berikan kepada kita, bukan berarti pelayanan yang kita lakukan akan selalu aman dan tidak ada masalah? masalah dan kendala pasti ada tetapi kita akan tetap kuat dan semangat dalam melakukan tugas pelayanan kita, kita akan tetap semangat dan sukacita dalam melakukan tugas pelayanan kita.
Satu hal yang saya pegang bahwa Tuhan akan menyediakan pelayanan kita sesuai dengan karunia yang dia berikan kepada kita secara pribadi. Kalu kita memiliki karunia mengajar, baiklah kita mengajar, kalau kita memiliki karunia gembala, baiklah kita menjadi gembala ataupun karunia yang lain.
          Karunia-karunia ini diberikan untuk melengkapi setiap orang Kristen untuk melayani walaupun Allah tidak bisa dibatasi dengan karunia-karunia ini. Jika saudara belum mengetahui karunia apa yang anda miliki, anda boleh berdoa dan bertanya kepada Tuhan karunia apa yang saudara miliki, atau bertanya kepada hamba Tuhan atau orang yang dekat dengan saudara, atau menjawab beberpa "test karunia" yang disediakan untuk membantu mengetahui karunia yang saudara miliki.
Biarlah tulisan ini bisa memberkati saudara. Amin.